Asuhan Keperawatan Pada Ny.J Dengan Diagnosis Hipertensi Melalui Pemberian Air Rebusan Jahe Dan Bawang Putih

Authors

  • Putri Sari Ulfa Halimah Tusaddiah sari ulfa halimah tusaddiah
  • Herry Setiawan Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Keywords:

Hypertension, Garlic, Ginger

Abstract

Peningkatan tekanan darah terus – menerus di atas normal memiliki resiko hipertensi. Berdasarkan informasi  Puskesmas setempat menyatakan bahwa 1 tahun terakhir kasus hipertensi yang paling tinggi, Keadaan ini dikarenakan  pola hidup masyarakat sering mengkonsumsi makanan bersantan dan  kadar garam tinggi. Tujuannya  menerapkan asuhan keperawatan pada pasien dengan pemberian Air Rebusan Jahe dan Bawang Putih untuk menurunkan tekanan darah pasien.  Metode penelitian assesmen keperawatan Gordon dengan wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan dilanjutkan dengan analisis data sampai evaluasi. Hasilnya pemberian air rebusan jahe dan bawang putih  250 cc dalam sehari selama 7 hari, berpengaruh terhadap tekanan darah yang ditandai penurunan 19 mmHg.

References

Siringoringo et all. Faktor-Faktor

yang berhubungan dengan hipertensi

pada lansia di Desa Sigaol Simbolon

Kabupaten Samosir tahun 2013. 2(6).

kesehatan Reproduksi dan Epidemiologi; 2014.

Triyanto E. Pelayanan keperawatan

bagi penderita hipertensi secara

terpadu. Graha Ilmu. Yogyakarta;

Kini S., Kamath V.G., Kulkarni

M.M., Kamath A., Shivalli S. Kini S.,

Kamath V.G., Kulkarni M.M.,

Kamath A., Shivalli,S. PLoS ONE,

editor. Vol. 11(4), An Alarming

Scenario. 2016.

Agustina, R., & Raharjo B. aktor

Risiko Yang Berhubungan Dengan

Kejadian Hipertensi Usia Produktif

(25-54 Tahun). Unnes J Public Heal.

;4(4).

Kemenkes RI. Pusat Data dan

Informasi Hipertensi. 2014.

Selatan. DKPK. Laporan Tahunan

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan

Selatan. Banjarmasin; 2019.

PKI. Data Kunjungan Puskesmas

Karang Intan 2. 2022.

Aryatiningsih, D.S dan Silaen JB.

Hipertensi Pada Masyarakat di

Wilayah Kerja Puskesmas Harapan

Raya Pekanbaru. J IPTEKS Terap

Res Appl Sci Educ. 2018;12(1):64–

Arum Y. Hipertensi pada Penduduk

Usia Produktif (15-64 Tahun).

HIGEIA (Journal Public Heal Res

Dev [Internet]. 2019;3(3):345–56.

Available from:

https://doi.org/10.15294/higeia.v3i3.3

RD. P. Penyakit-Penyakit Mematikan.

Yogyakarta: Nuha Medika; 2013.

Puspitasari N. Faktor Kejadian

Obesitas pada Usia Dewasa. HIGEIA

(Journal Public Heal Res Dev.

;2(2):249–59.

Wijaya SH, Adinata J, Hudyono J,

Kedokteran F, Kristen U. Peranan

Allicin dari Ekstrak Bawang Putih

sebagai Pengobatan Komplemen

Alternatif Hipertensi Stadium I. J

CDK. 2015;42(4):303–6.

Braga S. Ginger : Panacea or

consumer’s hype. Apllied Sciences;

Kurniawati N. Sehat dan Cantik alami

berkat khasiat bumbu dapur.

Bandung: Mizan Pustaka; 2010.

Kuswardhani. Sehat tanpa obat

dengan bawang merah-bawang putih.

Yogyakarta: Seri Apotek Hidup;

Solihin. Manfaat bawanag putih.

Jakarta: Media Management; 2009.

Fadila RA, Noviliya Hawati.

Pengalaman Penderita Hipertensi

Dalam Menurunkan Nyeri Kepala

Dengan Terapi Non Farmakologi Di

Rumah Sakit Islam Siti Khadijah

Palembang Tahun 2017. J Kesehat

dan Pembang. 2019;9(18):76–88.

Price SA. Patofisiologi: Konsep

Klinis Proses-proses Penyakit. Vol.1.

Edisi-6. 2005 / Sylvia Anderson Price

& Lorraine M. Wilson. Jakarta: EGC;

Downloads

Published

2024-04-29

How to Cite

1.
Tusaddiah PSUH, Setiawan H. Asuhan Keperawatan Pada Ny.J Dengan Diagnosis Hipertensi Melalui Pemberian Air Rebusan Jahe Dan Bawang Putih. NPJ [Internet]. 2024 Apr. 29 [cited 2026 Oct. 4];6(3):322-9. Available from: https://www.nerspedia.ulm.ac.id/index.php/nerspedia/article/view/308

Issue

Section

Articles